Ø
Pmx fisik head to toe adalah pmx fisik
lengkap yang dimulai dari kepala hingga ekstrimitas bawah.
Ø
Pengkajian data dalam pmx fisik head to
toe sangat penting untuk dapat mengetahui bagaimanan kondisi fisik px saat itu.
Ø
Selain itu pmx ini dapat membantu nakes
dalam menegakkan dianogsa.
Pemeriksaan
Fisik Head to toe (Body Sistem) meliputi :
a. Pemeriksaan
umum
b. Pemeriksaan
kepala
Ø Yang
dikaji dalam pmx adalah :
Ø Inspeksi
:
·
Bentuk kepala (dolicephalus / lonjong,
Brakhicophalus / bulat), kesimetrisan, dan pergerakan. Adakah hirochephalus /
pembesaran kepala.
Ø Palpasi
:
·
Nyeri tekan, fontanella cekung / tidak (pada
bayi)
c. Pemeriksaan
mata
Ø Yang
dikaji dalam pmx mata adalah :
·
Semetris / tidak
·
Skleira putih / kuning
·
Konjungtiva merah mudah / pucat (anemis)
·
Rangsangan cahaya pupil baik / tidak
·
Starbismus / tidak
·
Adakah ekssoltalmus (mata menonjol),
atau endofthalmus (mata tenggelam)
d. Pemeriksaan
telinga
Ø Inpeksi
dan palpasi
·
Amati telinga bagian luar :
Bentuk,
ukuran, warna, lesi, nyeri tekan, adakah peradangan, penumpukan serumen.
e. Pemeriksaan
hidung
Ø Inpeksi
dan palpasi
·
Amati bentuk tulang hidung dan posisi septumnasi
(adakah pembengkokan atau tidak)
·
Amati meatus, adakah pendarahan,
kotoran, pembengkakan, mukosa hidung, adakah pembesaran (polip).
f. Pemeriksaan
mulut dan faring
Ø Inpeksi
dan palpasi
·
Amati bibir, untuk mengamati kelainan
konginetal (labioscheisis, palatoscheisis, atau labiopalatoseisis), warna bibir
pucat, atau merah, adakah lesi dan massa.
·
Amati gigi, gusi, dan lidah, adakah
ceries, kotoran, kelengkapan, gigi palsu, gingivitis, warna lidah.
·
Amati orfaring atau rongga mulut, uvula
simetris atau tidak.
·
Adakh pembesaran tonsil.
g. Pemeriksaan
wajah
Ø Inpeksi
:
·
Perhatikan ekspresi wajah klien, warna
dan kondisi wajah klien, struktur wajah klien, sembab atau tidak, ada
kelumpuhan otot - otot fasilitas atau tidak.
h. Pemeriksaan
leher
Ø Dengan
inpeksi dan palpasi amati dan rasakan :
·
Bentuk leher simetris atau tidak.
·
Kelenjar tiroid, ada pembesaran atau
tidak.
·
Vena jugularis, ada pembesaran atau
tidak.
·
Palpasi pada leher utuk mengetahui
pembesaran kelenjar limfe, kelenjar troid, dan posisi trakea.
·
Pembesaran kelenjar limfe leher
(adenopati limfe) menandkan adanya peradangan pada daerah kepala, orofaring,
infeksi TBC, atau syphilis.
i.
Pemeriksaan payudara dan ketiak
Ø Inpeksi
:
·
Ukuran payudara, bentuk, dan
kesimetrisan, dan adakah pembengkakan.
·
Kulit payudara, warna, lesi,
vaskularisasi, oedema.
·
Adakah benjolan massa atau tidak.
j.
Pemeriksaan thorax dan paru
Ø Inpeksi
:
·
Bentuk torak, kesimetrisan, keadaan
kulit.
·
Kyposis : tulang belakang bengkok
kedepan.
·
Scoliosis : tulang belakang bengkok
kesamping.
·
Lordosis : tulang belakang bengkok ke
belakang.
·
Amati penafasan klien : frekuensi (16 –
24 X per - menit), retraksi intercosta, retraksi suprasternal.
k. Pemeriksaan
abdomen
Ø Abdomen
terbagi dalam 4 kuadran atau 9 region :
Ø Palpasi
Ø Palpasi
Hepar
Ø Inspeksi
Ø Auskultasi
l.
Pemeriksaan genetalia dan anus
Ø Gentelalia
pria :
·
Inspeksi
·
Inspeksi dan palpasi hernia
·
palpasi
Ø Pada
wanita :
·
Amati vagina : bersih / kotor
·
Adakah condiloma
Adakah keputihan