Minggu, 09 Maret 2014

Pemeriksaan Fisik Head to toe (Body Sistem)

Ø  Pmx fisik head to toe adalah pmx fisik lengkap yang dimulai dari kepala hingga ekstrimitas bawah.
Ø  Pengkajian data dalam pmx fisik head to toe sangat penting untuk dapat mengetahui bagaimanan kondisi fisik px saat itu.
Ø  Selain itu pmx ini dapat membantu nakes dalam menegakkan dianogsa.

Pemeriksaan Fisik Head to toe (Body Sistem) meliputi :

a.       Pemeriksaan umum

b.      Pemeriksaan kepala
Ø  Yang dikaji dalam pmx adalah :
Ø  Inspeksi :
·         Bentuk kepala (dolicephalus / lonjong, Brakhicophalus / bulat), kesimetrisan, dan pergerakan. Adakah hirochephalus / pembesaran kepala.
Ø  Palpasi :
·         Nyeri tekan, fontanella cekung / tidak (pada bayi)


c.       Pemeriksaan mata
Ø  Yang dikaji dalam pmx mata adalah :
·         Semetris / tidak
·         Skleira putih / kuning
·         Konjungtiva merah mudah / pucat (anemis)
·         Rangsangan cahaya pupil baik / tidak
·         Starbismus / tidak
·         Adakah ekssoltalmus (mata menonjol), atau endofthalmus (mata tenggelam)

d.      Pemeriksaan telinga
Ø  Inpeksi dan palpasi
·         Amati telinga bagian luar :
Bentuk, ukuran, warna, lesi, nyeri tekan, adakah peradangan, penumpukan serumen.

e.       Pemeriksaan hidung
Ø  Inpeksi dan palpasi
·         Amati bentuk tulang hidung dan posisi septumnasi (adakah pembengkokan atau tidak)
·         Amati meatus, adakah pendarahan, kotoran, pembengkakan, mukosa hidung, adakah pembesaran (polip).

f.       Pemeriksaan mulut dan faring
Ø  Inpeksi dan palpasi
·         Amati bibir, untuk mengamati kelainan konginetal (labioscheisis, palatoscheisis, atau labiopalatoseisis), warna bibir pucat, atau merah, adakah lesi dan massa.
·         Amati gigi, gusi, dan lidah, adakah ceries, kotoran, kelengkapan, gigi palsu, gingivitis, warna lidah.
·         Amati orfaring atau rongga mulut, uvula simetris atau tidak.
·         Adakh pembesaran tonsil.

g.      Pemeriksaan wajah
Ø  Inpeksi :
·         Perhatikan ekspresi wajah klien, warna dan kondisi wajah klien, struktur wajah klien, sembab atau tidak, ada kelumpuhan otot - otot fasilitas atau tidak.


h.      Pemeriksaan leher
Ø  Dengan inpeksi dan palpasi amati dan rasakan :
·         Bentuk leher simetris atau tidak.
·         Kelenjar tiroid, ada pembesaran atau tidak.
·         Vena jugularis, ada pembesaran atau tidak.
·         Palpasi pada leher utuk mengetahui pembesaran kelenjar limfe, kelenjar troid, dan posisi trakea.
·         Pembesaran kelenjar limfe leher (adenopati limfe) menandkan adanya peradangan pada daerah kepala, orofaring, infeksi TBC, atau syphilis.

i.        Pemeriksaan payudara dan ketiak
Ø  Inpeksi :
·         Ukuran payudara, bentuk, dan kesimetrisan, dan adakah pembengkakan.
·         Kulit payudara, warna, lesi, vaskularisasi, oedema.
·         Adakah benjolan massa atau tidak.

j.        Pemeriksaan thorax dan paru
Ø  Inpeksi :
·         Bentuk torak, kesimetrisan, keadaan kulit.
·         Kyposis : tulang belakang bengkok kedepan.
·         Scoliosis : tulang belakang bengkok kesamping.
·         Lordosis : tulang belakang bengkok ke belakang.
·         Amati penafasan klien : frekuensi (16 – 24 X per - menit), retraksi intercosta, retraksi suprasternal.

k.      Pemeriksaan abdomen
Ø  Abdomen terbagi dalam 4 kuadran atau 9 region :
Ø  Palpasi
Ø  Palpasi Hepar
Ø  Inspeksi
Ø  Auskultasi

l.        Pemeriksaan genetalia dan anus
Ø  Gentelalia pria :
·         Inspeksi
·         Inspeksi dan palpasi hernia
·         palpasi
Ø  Pada wanita :
·         Amati vagina : bersih / kotor
·         Adakah condiloma
Adakah keputihan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar